Pengertian Akidah
Pengertian Akidah

Pengertian Akidah dan Sumbernya

Posted on

Pengertian Akidah dan Sumbernya

Pengertian Akidah
Pengertian Akidah
  1. Pengertian Akidah

Akidah secara etimologi berasal dari kata ‘aqd yang berarti ikatan.” 1-^ ^jc.I” Artinya saya ber-i’tiqad begini. Maksudnya, saya mengikat hati terhadap hal tersebut. Kata ‘aqd menurut Raghib al-Asfahani adalah mengikat dua ujung dari sesuatu. Berbeda dengan kata -^?j yg juga berarti ikatan, karena -^?j adalah ikatan yg mudah lepas, seperti ikatan sepatu sedangkan akidah adalah ikatan yang kuat. Akidah adalah apa yang diyakini seseorang dan merupakan perbuatan hati.

Menurut Yusuf Qardawi Akidah adalah suatu kepercayaan yang meresap ke dalam hati dengan penuh keyakinan, tidak bercampur syak dan keraguan serta menjadi alat kontrol bagi tingkah laku dan perbuatan sehari-hari. Jika kata Akidah diikuti dengan kata Islam, maka berarti ikatan yang berdasarkan ajaran Islam. Hal tersebut sama dengan kata iman (keyakinan) yang terpatri kuat dalam hati.

Akidah Islam mengandung arti ketertundukan hati, kepatuhan, kerelaan dan kejujuran dalam menjalan perintah Allah swt. Oleh sebab itu akidah Islamiyah adalah keterkaitan antara hati, ucapan dan perbuatan.

Akidah menurut syara’ Adalah iman kepada Allah, para MalaikatNya, Kitab-kitabNya, para RasulNya, Hari Akhir dan Qadar baik maupun buruk. Ini juga dikenal dengan rukun iman. Oleh karena itu keimanan dalam agama Islam merupakan dasar atau pondasi yang di atasnya dibangun syariat Islam. Antara keimanan dan perbuatan atau akidah dan syariat keduanya saling berkaitan erat, tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya seperti dua sisi mata uang.

  1. Sumber Akidah Islam

Akidah Islam bersumber dari al-Qur’an dan al-Hadis, sehingga mayoritas ulama sepakat bahwa rukun Iman berjumlah enam; Lima dijelaskan oleh Allah dalam al-Qur’an sebagaimana firmanNya dalam Surah al-Baqarah: 177

 

Artinya:

Bukanlah menghadapkan wajah kamu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat- malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi

Adapun rukun yang ke enam yaitu iman kepada qadar didasarkan kepada hadis nabi, ketika beliau ditanya oleh Jibril tentang iman, maka Nabi menjawab

Artinya:

Hendaklah kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul- rasulNya, hari kemudian dan hendaknya pula kamu beriman kepada qadar baik maupun buruk.

  1. Tujuan Akidah Islam

Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw, membawa dan mengandung misi keimanan kepada Allah yang wajib disembah. Dalam rangka mengubah kehidupan manusia. Nabi Muhammad saw. terus menerus menyeruh manusia agar mengikuti agama yang diturunkan Allah dan jangan bercerai berai atau mengikuti agama lain. Oleh karena itu akidah Islam bertujuan yaitu:

  1. Menentukan orientasi kehidupan

Akidah Islam menentukan orientasi kehidupan yang benar kepada ummat Islam dalam beringkah laku, mendorong mereka untuk melakukan amal kebajikan. Orintasi yang dimaksud adalah niat yang ikhlas yang terkandung dalam setiap perbuatan manusia.

  1. Mempertebal keyakinan

Akidah Islam yang menguatkan dan memantapkan keyakinan akan kebenaran ajaran Islam. Islam diterima sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur’an “Kitab Al-Qur’an ini tidak ada keraguan didalamnya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa (QS. AlBaqarah 2: 2-5).

  1. Membangkitkan rasa ketuhanan

Manusia adalah makhluk religi yaitu makhluk yang memiliki naluri beragama, naluri tersebut sejak ada semenjak manusia hidup, dapat tumbuh dan berkembang berdasarkan interaksi dan pengaruh yang diterimanya. (QS. Al A’raf 7: 172).

Secara esensial manusia dibedakan karena amal ketakwaannya. Bukan karena keturunan, warna kulit atau kewargaannya, bukan pula pangkat, harta dan jabatan yang disandangnya. Keyakinan tersebut akan membuat manusia terlepas dari penindasan, perbuatan, karena itu bertentangan dengan akidah Islam yang diyakininya.

  1. Memberikan kepastian

Akidah Islam memberikan pedoman hidup yang pasti dan pegangan kuat, supaya dapat membedakan mana yang baik yang harus dijalankannya, dan mana yang buruk yang harus dijauhi. (QS. Al Baqarah 2: 185).

  1. Berani berjuang

Akidah Islam akan mendorong manusia berani berjuang menegakkan kebenaran, berani dalam pengertian bahwa seseorang mempunyai kesiapan untuk menyatakan kebenara. Kebenaran sudah mendarah daging dalam kehidupannya. Dia rela terhina dihadapan manusia karena menjunjung tinggi kebenaran.

  1. Bertawakkal dan tenteram

Seseorang yang memiliki dan kuat akidahnya meyakini bahwa segala sesuatu akan terjadi atau gagal karena kehendak dari Allah. Tugas utama manusia adalah bekerja, ikhtiar berdasarkan ketetapan yang benar, sedangkan hasilnya diserahkan pada Allah atau bertawakkal.

  1. Iman, Islam dan Ihsan

Di dalam Islam dan Iman terkumpul agama secara keseluruhan. Ketika Nabi saw. ditanya oleh Jibril tentang 3 hal tersebut, Nabi memberikan jawaban yang berbeda, berikut uraiannya.

Iman

Kita telah mengetahui jawaban Rasulullah dalam hadis jibril, Nabi saw. menjawab ada 6 yang wajib dipercayai, tapi pada hadis yang lain beliau juga menyebut hal-hal lain sebagai Iman, seperti akhlak yang baik, bermurah hati, sabar, cinta Rasul, cinta sahabat, rasa malu dan sebagainya. Itu semua adalah iman yang merupakan pembenaran batin.Tidak ada sesuatu yang mengkhususkan iman untuk hal-hal yang bersifat batin belaka. Justru yang ada adalah dalil yang menunjukkan bahwa amal-amal lahiriah juga disebut iman. Sebagiannya adalah apa yang telah disebut Rasulullah sebagai Islam.

Beliau telah menafsirkan iman kepada utusan Bani Abdil Qais dengan penafsiran Islam yang ada dalam hadis Jibril. Sebagaiman yang ada dalam hadis syu’abul iman (cabang-cabang iman). Rasulullah bersabda, “Yang paling tinggi adalah ucapan, ‘La ilaha illallah ’ dan yang paling rendah menyingkirkan gangguan dari jalan. “pada hal apa yang terdapat diantara keduanya adalah amalan lahiriah dan batiniah.

Sudah diketahui bersama bahwa beliau tidak memaksudkan hal-hal tersebut menjadi iman kepada Allah tanpa disertai iman dalam hati, sebagimana telah dijelaskan dalam banyak dalil syar’i tentang pentingnya iman dalam hati. Jadi, syiat-syiar atau amalan-amalan yang bersifat lahiriah yang disertai dengan iman dalam dada itulah yang disebut iman. Dan makna iman mencakup pembenaran hati dan amalan perbuatan, dan itulah istIslam (penyerahan diri) kepada Allah.

 

Sumber :

  1. https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-akhlak/
  2. https://www.dosenpendidikan.cp.i/pengertian-akhlak/

 

Baca Juga :