Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Sejarah Proklamasi

Posted on

Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Setelah konsep selesai disepakati, Sajuti menyalin dan mengetik naskah tersebut menggunakan mesin ketik milik Mayor Dr. Hermann Kandeler (dari kantor perwakilan AL Jerman). Dan  pembacaan proklamasi dilakukan dikediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 (sekarang Jl. Proklamasi No.1).

Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh bu Fatmawati, dikibarkan oleh seorang prajurit PETA yaitu Latief Hendraningrat dibantu oleh Soehoed dan seorang pemudi membawa nampan berisi bendera Merah Putih . Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya.[4]. Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu Monumen Nasional.

Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45. Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian.

Setelah itu Soekarno dan M.Hatta terpilih atas usul dari Oto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan wakil presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.

Setelah membaca dan meninjau contoh teks cerita sejarah di atas, selanjutnya mari kita pelajari strukturnya. Stuktur teks cerita sejarah tersebut merupakan struktur yang membangun teks sehingga menjadi satu kesatuan teks yang utuh. Struktur teks cerita sejarah terdiri atas judul, pendahuluan, rakaan kejadian dan penutup. Di dalam teks di atas juga terdapat struktur ini dari mulai judul sampai penutup.

Judul. Judul merupakan kata kunci yang mewakili keseluruhan cerita. Pada teks cerita sejarah, judul dapat berupa nama sebuah benda, nama tempat, peristiwa, atau yang lainnya. Biasanya diikuti dengan kata-kata asal-usul, asal mula, sejarah, dan kata lain yang mendukung kesejarahan. Seperti dalam teks di atas, judul yang diambil itu adalah “Sejarah Singkat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia”. Judul harus dibuat dengan sebaik mungkin agar dapat menarik minat orang lain untuk membacanya. Penggunaan judul yang baik harus memenuhi beberapa syarat yaitu asli, relevan, provokatif, singkat, bebentuk frasa, awal kata harus huruf kapital kecuali preposisi dan konjungsi, tanpa tanda baca di akhir judul karangan, menarik perhatian, logis, dan sesuai dengan isi.

Pendahuluan. Pendahuluan ini bersifat opsional, artinya boleh ada dalam teks, atau kalau dianggap tidak perlu boleh tidak digunakan. Pendahuluan ini bermaksud untuk membuka atau pengantar pembicaraan sehingga pembaca tidak langsung dibawa pada inti pembahasan, bisa juga dikatakan pendahuluan ini sebagai pengenalan awal peristiwa sejarah. Dengan pendahuluan pembaca akan diantarkan dan mendapat gambaran apa yang akan dibahas berikutnya. Membuat paragraph pendahuluan sebaik mungkin yang bisa menarik pembaca sehingga pembaca merasa tertarik untuk terus membacanya sampai beres. Pada teks cerita sejarah biasanya didahului dengan keadaan pada waktu tertentu yang dipengaruhi oleh sejarah sebelumnya yang akan dibahas berikutnya.

Rekaman peristiwa. Bagian ini merupakan inti dari teks cerita sejarah. Pada rekaman peristiwa tentunya membahas seluruh alur cerita sejarah dari mulai awal sampai akhir (secara kronologis). Di dalamnya dibahas berbagai macam peristiwa atau kejadian yang melibatkan berbagai pihak yang berpengaruh dalam sejarah tersebut. Dalam bagian pemaparan ini dijelaskan berbagai fakta yang mendukung, artinya semua kejadian haruslah bersifat faktual atau kenyataan, karena sejarah itu memanglah harus sesuai dengan kejadian yang sebenarnya. Dari teks cerita sejarah di atas, pemaparan dimulai dari pengeboman wilayah Jepang oleh Amerika, sampai pada akhirnya merumuskan UUD 1945.

Penutup. Berisi cerita akhir dari paparan yang disampaikan sebelumnya. Bentuk umumnya berupa akibat (konsekuensi) dari rangkaian peristiwa sebelumnya, misalnya tentang kekalahan, kemenangan, kematian. Mungkin juga berisi kesimpulan, komentar atau evaluasi dari peristiwa. Dari teks sejarah di atas, pengangkatan Soekarno dan Hatta sebagai presiden dan wakil presiden menjadi penutup teks sejarah sebagai sebab akibat dari kejadian-kejadian sebelumnya yang menandakan merdekanya Indonesia.

 

Sumber :

  1. https://www.dosenpendidikan.co.id/teks-proklamasi/
  2. https://www.gurupendidikan.co.id/teks-proklamasi/

 

Baca Juga :